Artikel lengkap tentang diare meliputi pengertian, penyebab, akibat, gejala, cara pengobatan, hingga langkah pencegahan. .
Apa Itu Diare?
Diare adalah kondisi ketika seseorang mengalami buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya dengan konsistensi tinja yang encer atau cair. Dalam kondisi normal, frekuensi BAB berkisar 1–2 kali sehari. Pada penderita diare, frekuensinya bisa meningkat menjadi tiga kali atau lebih dalam sehari.
Menurut World Health Organization (WHO), diare merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun di negara berkembang akibat dehidrasi berat.
Diare bisa berlangsung dalam waktu singkat (akut) maupun dalam jangka panjang (kronis).
Jenis-Jenis Diare
Diare Akut
Berlangsung kurang dari 14 hari dan biasanya disebabkan oleh infeksi.
Diare Persisten
Berlangsung antara 14–30 hari.
Diare Kronis
Terjadi lebih dari 30 hari dan sering berkaitan dengan gangguan pencernaan tertentu.
Penyebab Diare
Diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
1. Infeksi Virus
Virus seperti rotavirus dan norovirus merupakan penyebab paling umum diare, terutama pada anak-anak.
2. Infeksi Bakteri
Bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Shigella dapat mengontaminasi makanan atau minuman.
3. Infeksi Parasit
Parasit seperti Giardia lamblia dapat menyebabkan diare berkepanjangan.
4. Keracunan Makanan
Mengonsumsi makanan yang tidak higienis atau basi dapat memicu diare.
5. Intoleransi Makanan
Misalnya intoleransi laktosa, yaitu ketidakmampuan tubuh mencerna gula dalam susu.
6. Efek Samping Obat
Beberapa antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.
7. Penyakit Tertentu
Seperti sindrom iritasi usus (IBS), radang usus, atau penyakit celiac.
Gejala Diare
Gejala diare dapat bervariasi, tergantung penyebabnya. Umumnya meliputi:
BAB encer lebih dari 3 kali sehari
Nyeri atau kram perut
Mual dan muntah
Demam
Perut kembung
Lemas
Dehidrasi (haus berlebihan, mulut kering, jarang buang air kecil)
Pada anak-anak dan lansia, dehidrasi bisa terjadi dengan cepat dan berbahaya.
Akibat dan Komplikasi Diare
Jika tidak ditangani dengan baik, diare dapat menimbulkan beberapa akibat serius:
1. Dehidrasi
Kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi ringan hingga berat.
2. Gangguan Elektrolit
Kadar natrium dan kalium dalam tubuh bisa terganggu, memicu kelemahan hingga gangguan jantung.
3. Penurunan Berat Badan
Terutama pada diare kronis.
4. Malnutrisi
Sering terjadi pada anak-anak akibat penyerapan nutrisi yang tidak optimal.
Pada kasus berat, diare yang tidak tertangani dapat berujung pada kondisi yang mengancam jiwa.
Pengobatan Diare Secara Detail
Penanganan diare tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.
1. Rehidrasi (Langkah Utama)
Mengganti cairan yang hilang adalah prioritas utama. Dapat dilakukan dengan:
Minum air putih yang cukup
Oralit (larutan rehidrasi oral)
Cairan elektrolit
WHO sangat merekomendasikan penggunaan oralit untuk mencegah dehidrasi berat.
2. Konsumsi Makanan yang Tepat
Pilih makanan yang mudah dicerna seperti:
Nasi putih
Pisang
Roti tawar
Sup bening
Hindari makanan berlemak, pedas, dan produk susu sementara waktu.
3. Obat Antidiare
Beberapa obat yang umum digunakan:
Loperamide (untuk mengurangi frekuensi BAB)
Attapulgite
Probiotik untuk menyeimbangkan flora usus
Namun, obat antidiare tidak selalu dianjurkan pada diare akibat infeksi bakteri tertentu.
4. Antibiotik
Diberikan hanya jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu dan atas rekomendasi dokter.
5. Suplementasi Zinc (Pada Anak)
Zinc dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah kekambuhan diare.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri jika mengalami:
Diare lebih dari 3 hari
BAB berdarah
Demam tinggi
Tanda dehidrasi berat
Nyeri perut hebat
Diare pada bayi atau lansia
Cara Mencegah Diare
Pencegahan diare dapat dilakukan dengan:
Mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet.
Memasak makanan hingga matang sempurna.
Mengonsumsi air minum yang bersih dan matang.
Menjaga kebersihan lingkungan.
Memberikan imunisasi rotavirus pada anak.
Kesimpulan
Diare adalah gangguan pencernaan yang umum terjadi namun dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi virus hingga gangguan sistem pencernaan. Akibat paling serius dari diare adalah dehidrasi yang dapat mengancam jiwa, terutama pada anak-anak dan lansia.
Pengobatan utama diare adalah rehidrasi yang cukup, konsumsi makanan yang tepat, serta penggunaan obat sesuai anjuran medis. Pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat menjadi langkah penting untuk menekan risiko diare.
Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab, akibat, dan pengobatan diare, masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil tindakan cepat saat gejala muncul.
