Puasa Syawal dan Manfaatnya

Puasa Syawal dan Manfaatnya


Puasa Syawal dilaksanakan 1 hari setelah Idul Fitri, dilakukan selama 6 hari dan sejumlah umat Islam melaksanakan Puasa Syawal dengan tujuan religius. Puasa Syawal memang sunah alias tidak wajib dilakukan, tapi ada beberapa manfaatnya untuk kesehatan tubuh.

Setelah kita melaksanakan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh, kita disunahkan untuk melaksanakan puasa Syawal. Para ahli agama mengakui manfaat puasa Syawal bagi kesehatan, seperti:




1. Menurunkan berat badan

Tidak sedikit orang yang menjalankan puasa terutama wanita, ada keinginan berat badannya turun selama berpuasa. Pada dasarnya puasa memang dapat menurunkan berat badan jika kita mengontrol pola makan ketika berbuka puasa dan ketika sahur.

Tanpa kita sadari, saat kita sedang berpuasa kadar insulin di tubuh kita akan menurun tapi kadar norepinefrin dan hormon pertumbuhan meningkat. Tubuh kita dapat memecah lemak dan menggunakan sebagai sumber energi.


2. Meningkatkan kekebalan tubuh

Salah satu manfaat lain dari puasa Syawal adalah bisa meningkatkan daya  tubuh kita. Salah satu universitas di California melakukan penelitian  tentang kaitan puasa dan daya tahan tubuh seseorang.  Mereka (para peneliti) menemukan bahwa rasa lapar setelah berpuasa itu dapat memicu sel-sel induk dalam tubuh untuk memproduksi sel darah putih yang  bisa melawan infeksi.

Sel darah putih yang baru inilah membuat regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh, sehingga melindungi dan bagian-bagian sistem tubuh yang rusak, tua dan tidak efisien tersingkirkan.

3. Meningkatkan kesehatan jantung

Para peneliti mengungkapkan salah satu   manfaat puasa Syawal  adalah meningkatkan kesehatan jantung. Karena selama puasa dapat menurunkan tekanan darah, kadar trigliserida dan kolesterol. 


4. Mencegah timbulnya gangguan pencernaan

Mencegah timbulnya gangguan pencernaan adalah salah satu manfaat puasa Syawal. Selama kita berpuasa di bulan Ramadan, sistem pencernaan kita dikondisikan untuk bekerja lebih lambat dari biasanya karena  pola makan kita berubah.

Tapi ketika Idul Fitri, pola makan kita kembali normal yaitu 3 kali sehari dan kita terkadang makan berlebihan, hal ini yang beresiko menimbulkan gangguan pencernaan.

Agar sistem pencernaan kita tidak kaget, ternyata dibutuhkan masa transisi yang biasanya memakan waktu antara 3 hari sampai 6 hari.  Oleh karena itu, puasa Syawal yang dilaksanakan selama 6 hari sangat bermanfaat untuk mengendalikan masa transisi tersebut.


5. Mengendalikan gula dan lemak dalam tubuh

Ketika  hari raya Idul Fitri, sebagian besar kaum muslim mungkin mengonsumsi makanan yang berminyak dan berlemak, serta mengandung gula. Dengan menjalankan puasa Syawal, tubuh dapat mengendalikan gula dan lemak yang masuk sehingga membantu mengontrol pola makan.

Jadi tidak ada salahnya bila kita melaksanakan ibadah puasa Syawal, pahala didapat dan kesehatan kita dapat pula.



ADSN1919

Catatan tayang di kompasiana



Apriani1919
Apriani1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam karena itu membuat aku tiada secara perlahan

Posting Komentar untuk "Puasa Syawal dan Manfaatnya"

DomaiNesia
Template Blogger Terbaik Rekomendasi