Ketika Hilal Datang

Ketika Hilal Datang 


"Hilal telah tampak...hilal telah tampak" Arzetti berteriak pada bundanya yang sedang membuat kue kering untuk hidangan Idul Fitri.  Si Belang sampai kaget mendengar Arzetti berteriak kegirangan dan berlari-lari. 

"Ada apa sayang" sapa bundanya lembut.

"Hilal sudah nampak bun...sudah muncul hilalnya" cerocos Arzetti semangat.

"Bunda kira hilal itu Hilal teman kamu, yang pernah belajar kelompok di sini" sang bunda masih meledek Arzetti yang keliatan kesal bundanya ledek terus.

"Ah, bunda ga asyik ledek Zetti terus, dah ah Zetti mau ke mas Roy, mau telpon papa". Arzetti langsung lari ke lantai dua ke kamar kakaknya yang biasa dipanggil mas.

Dari lantai atas terdengar canda tawa yang renyah, Arzzeti dan Roy sedang video call dengan papa-nya, lebaran tahun ini karena Pandemi Covid-19 suaminya yang  sedang bertugas di luar kota dan tidak bisa pulang  karena ada larangan mudik. Jadinya tahun ini suaminya dan dua orang temannya tertahan di daerah tempat ia dan dua temannya bertugas. Noor sebenarnya kecewa tapi mau bagaimana lagi, keadaan yang tidak memungkinkan  untuk merayakan Idul Fitri bersama, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya Noor dan Suaminya selalu membahas kedatangan hilal disetiap penghujung Ramadhan. Karena pernah beberapa tahun sebelumnya lebaran diundur karena hilal belum tampak, opor yang sudah dimasak untuk menyambut Idul Fitri akhirnya dimakan untuk santap sahur dan berbuka puasa. 

Noor ingat suaminya pernah memberi tahu Padanya, bahwa hilal diamati pada hari ke-29 di bulan Islam yang bertujuan untuk menentukan apakah keesokan harinya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Jika berganti bulan maka shalat Id bisa dilaksanakan tapi jika belum maka puasa dilanjutkan dengan digenapkan 30 hari  berpuasa.

Noor pernah kesal karena kejadian Idul Fitri diundur itu dan tidak sesuai dengan kalender yang terpasang di dinding ruang keluarga mereka. Suaminya meski usia lebih muda dari Noor tapi selalu mengayominya. Dia hanya tersenyum dan berkata lembut, bahwa ia harus berterimakasih pada pencari hilal, yang penuh telaten dan kesabaran memantau kemunculan hilal dengan teleskop ataupun theodolite menjadi alat yang paling diandalkan dalam pencarian hilal pada saat ini. Dan orang yang melihat hilal harus berani disumpah bahwa ia benar-benar melihat hilal.

Kita yang hanya memantau di televisi saja ngomel dan tidak sabaran menunggu pengumuman kemunculan hilal, padahal kita bisa pindah-pindah channel TV, tapi mereka yang mantau hilal tidak bisa beranjak dari tempat karena hilal hanya 15 menit kemunculannya. Menurut suami Rima, ada dua metode yang digunakan pemerintah Indonesia, yaitu hisab dan rukyat hilal.

Dalam kesendirian Rima teringat pesan suaminya, saat ini dia tidak terlalu heboh menyambut Idul Fitri, menyediakan makanan, minuman serta kudapan seandanya. Karena Idul Fitri di tengah Pandemi Covid-19 dia tidak bisa ke mana-mana dan berkumpul dengan keluarga besar. Yang paling dia sedihkan karena harus berjauhan dengan suami tercinta.

Tak berapa lama gawainya berdering, nampak sosok lelaki yang dia rindukan muncul di layar tersenyum  manis padanya. 



ADSN1919

Catatan: Tayang pertama di Kompasiana
Apriani1919
Apriani1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam karena itu membuat aku tiada secara perlahan

Posting Komentar untuk "Ketika Hilal Datang "

DomaiNesia
Template Blogger Terbaik Rekomendasi