Tuhan Aku Ingin Mengadu
Minggu, Maret 01, 2020
AI Voice Reader
Ready to Read
Tuhan, ketika badai menyapa terkadang rasa tak kuat menahan terpaannya, tak sekuat batu karang tetap berdiri kokoh meski ombak menghantam.
Tuhan, aku ingin mengadu ketika badai tak kunjung berhenti menerpa, menerbangkan rasa, menjerit tertahan.
"Hentikan! Hentikan!" Lidah kelu tak mampu berteriak.
Tuhan, bolehkah aku mengadu padamu, ketika beban terasa berat, butiran permata sebagai jawab, betapa lelah diri ini. Harus kuat! Tuhan tidak suka melihat makhluknya lemah.
Tuhan, aku berjanji hanya sekali ini aku menghiba dan.merengek padamu.
Tuhan, bolehkah aku mengadu padamu, ketika beban terasa berat, butiran permata sebagai jawab, betapa lelah diri ini. Harus kuat! Tuhan tidak suka melihat makhluknya lemah.
Tuhan, aku berjanji hanya sekali ini aku menghiba dan.merengek padamu.
Tuhan aku curahkan sebuah rasa. Aku tahu harus tegar melebihi tegarnya batu karang.
Tuhan, padamu aku datang. Terpatri janji dalam sanubari tersimpan selamanya. Karenamu aku masih berdiri kokoh.
