Bingkai Jiwa
Minggu, Maret 01, 2020
AI Voice Reader
Ready to Read
Ilustrasi pexels.com
Apakah engkau tahu, ketika hujan ingin hentikan langkah, tetap berjalan dan terus berjalan, tak hirau kuyup gigil menghantui.
Apakah engkau tahu, mentari sering menyengat panas, keringat ikut menguap, apa harus berhenti? Tidak! Kaki tetap melangkah meski haus mencekik tak peduli.
Apakah engkau tahu, angin terkadang menerbangkan jiwa, membelok langkah kaki menuju, kuatkan tekad demi satu tujuan.
Bingkai Jiwa tetap kuat, meski perlahan, tekad menuju cahaya semakin kuat. Sebelum bingkai jiwa berubah bangkai jiwa. Tunggu aku menuju jalanmu di tempat cahaya.
ADSN1919
