Aku, Hujan dan Anaphalis Javanica
Minggu, Maret 01, 2020
AI Voice Reader
Ready to Read

Dok: yourquote.in
Ketika hujan tercurah dari langit, saat itu aku paham, Tuhan ingin sembunyikan genangan di mataku.
Dulu, aku ingin seperti kelopak mawar, bunga berwarna merah darah terlihat segar dan menggoda ketika sedang mekar, tapi sayang, hujan telah menggugurkan kelopaknya satu persatu. Ah dia hancur dan tak sedap dipandang mata.
Lalu, aku membayangkan diri seperti bunga melati, putih, bersih dan nampak anggun mewangi, tapi sayang hujan juga telah membuatnya luluh tak berbentuk, layu. Ah ternyata melatipun tak kekal.
Untuk kesekian kalinya Tuhan kirimkan hujan, untuk menyembunyikan derasnya air yang mengalir deras di kedua pipiku.
Tuhan begitu sayang padaku, disaat kepedihan terasa menusuk hati. Engkau kirimkan angin membawa bunga Anaphalis Javanica.
Biarpun Anaphalis Javanica tak secantik bunga mawar dan tak seanggun bunga melati.
Tapi bunga Anaphalis Javanica kirimanmu tak kalah oleh hujan, tak gentar oleh hembusan angin topan, tetap tegar abadi selamanya.
Di antara derasnya air hujan. Di hadapan Tuhanku. Saat ini aku hanya ingin menjadi Anaphalis Javanica. Bunga abadi kirimanmu.
Sebab, aku ingin abadi bersamamu.
Adsn1919
Dulu, aku ingin seperti kelopak mawar, bunga berwarna merah darah terlihat segar dan menggoda ketika sedang mekar, tapi sayang, hujan telah menggugurkan kelopaknya satu persatu. Ah dia hancur dan tak sedap dipandang mata.
Lalu, aku membayangkan diri seperti bunga melati, putih, bersih dan nampak anggun mewangi, tapi sayang hujan juga telah membuatnya luluh tak berbentuk, layu. Ah ternyata melatipun tak kekal.
Untuk kesekian kalinya Tuhan kirimkan hujan, untuk menyembunyikan derasnya air yang mengalir deras di kedua pipiku.
Tuhan begitu sayang padaku, disaat kepedihan terasa menusuk hati. Engkau kirimkan angin membawa bunga Anaphalis Javanica.
Biarpun Anaphalis Javanica tak secantik bunga mawar dan tak seanggun bunga melati.
Tapi bunga Anaphalis Javanica kirimanmu tak kalah oleh hujan, tak gentar oleh hembusan angin topan, tetap tegar abadi selamanya.
Di antara derasnya air hujan. Di hadapan Tuhanku. Saat ini aku hanya ingin menjadi Anaphalis Javanica. Bunga abadi kirimanmu.
Sebab, aku ingin abadi bersamamu.
Adsn1919